Sang Pemprotes

Sebagaimana kita tahu, wasit adalah seseorang yang bertugas sebagai pemimpin pertandingan atau olah raga, seperti dalam lomba cerdas cermat, sepak bola, badminton, sepak takrow, dan lain-lain. Dalam mengemban tugasnya, wasit seringkali memiliki keistimewaan. Yaitu "keputusannya tidak dapat diganggu gugat".

Ada yang menarik dalam keistimewaan tugas wasit tersebut. Meski sudah dikatakan "keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat", akan tetapi dalam realitanya, pada pertandingan atau ditengah-tengah perlombaan, keputusan wasit seringkali diprotes. Kalau sudah tahu dari awal bahwa keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat, kenapa orang-orang atau peserta lomba seringkali protes juga. Padahal protes yang berlebihan terhadap keputusan wasit tidak jarang malah berakibat buruk pada si pemprotes sendiri.

Mengamati orang-orang yang protes terhadap keputusan wasit dalam pertandingan sepak bola, terkadang mengingatkan saya akan betapa persisnya para pemain-pemain itu dengan orang-orang yang sering "ngersulo" terhadap Tuhan atau orang-orang yang dengan lantang memprotes Tuhan.

Coba amatilah orang-orang disekitar kita. Dekatilah dan ajaklah mereka ngobrol ngalor-ngidul dan pancinglah hingga mereka bicara tentang nasib. Saya yakin kalau kebanyakan dari mereka pasti pernah "ngersulo" atau mungkin memprotes Tuhan, entah karena doanya tidak dikabul-kabulkan, masalah ekonomi, rumah tangga, pacar atau suami atau istri. Mungkin pula, protesannya disertai kata-kata yang menuduh Tuhan tidak adil dan sebagainya. Bahkan saya pernah menemui orang yang sampai mempertanyakan keberadaan Tuhan sendiri karena saking semangatnya ia memprotes. Nau'dzu billah.

Dalam pertandingan sepak bola, jika kita terlalu banyak protes mungkin kita akan dikasih hadiah kartu kuning, dan kalau protes terus-terusan bisa-bisa ditambahi kartu kuning lagi yang berakibat sang pemain tidak diperkenankan berada di dalam lapangan pertandingan. Saya kok tidak dapat membayangkan jika manusia terus-terusan protes pada Tuhan, dan jika kemudian Tuhan mempunyai aturan sama seperti wasit sepak bola, terus manusia sang pemprotes tadi disuruh keluar dari arena (bumi) dimana DIA menjadi wasitnya, mau kemana kira-kira manusia pergi. Sebagaimana dikemukakan oleh para ilmuwan, sampai saat ini di planet mana pun belum ada tanda-tanda kehidupan. Saya rasa, pergi ke manapun manusia sang pemprotes selain bumi, ia tetap tidak boleh jika Yuhan memberlakukan aturan wasit. Sebab, Tuhan adalah wasit bagi seluruh alam, tidak hanya bumi.

Syukurlah Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Jadi, DIA tidak mempunyai aturan seperti wasit sepak bola yang "tegel" mengusir. Selain itu, jika wasit seringkali salah dalam mengambil keputusan, Tuhan tidaklah demikian. DIA Maha Benar dan Maha Bijaksana. DIA tidak tidur siang dan malam, jadi DIA bisa melihat tingkah polah kita. Jadi DIA tidak mungkin keliru mengambil keputusan, baik bagi saya, anda, dan kalian semua serta alam seisinya.

Wallahu a'lam.

Semarang, 21 April 2010.
Previous
Next Post »